
Di era digital saat ini, hampir setiap rumah, kantor, hingga kafe bergantung pada Wi-Fi. Namun, di balik kemudahan dan teknologi tersebut, muncul kekhawatiran yang sering viral di internet: apakah Wi-Fi bisa menyebabkan kanker? Pertanyaan ini wajar, mengingat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jangka panjang. Artikel ini membahas jawabannya berdasarkan bukti ilmiah terbaru, bukan opini atau mitos.
Hingga saat ini, tidak ada bukti ilmiah kuat yang membuktikan bahwa Wi-Fi menyebabkan kanker pada manusia, selama digunakan dalam batas aman yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan global.
Bagaimana Cara Kerja Wi-Fi dan Radiasinya?
Wi-Fi menggunakan gelombang radio frekuensi rendah yang termasuk dalam kategori radiasi non-ionisasi.
Apa artinya radiasi non-ionisasi?
Radiasi non-ionisasi:
Tidak memiliki energi cukup untuk merusak DNA
Tidak memicu mutasi sel penyebab kanker
Berbeda dengan sinar X, gamma, atau ultraviolet yang bersifat ionisasi dan sudah terbukti berbahaya
👉 Inilah hal yang sering disalahpahami publik: tentang “radiasi” yang secara ilmiah tidak selalu berbahaya. Konteks jenis dan energinya sangat menentukan.
Klasifikasi WHO & IARC: Mengapa Wi-Fi Masuk Grup 2B?
Pada tahun 2011, International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan bagian dari WHO mengklasifikasikan radiasi radiofrekuensi (termasuk Wi-Fi) sebagai:
Grup 2B – “Possibly Carcinogenic to Humans”
Namun penting dipahami:
Grup 2B bukan bukti bahaya langsung
Kategori ini juga mencakup kopi dan acar sayuran
Artinya, bukti pada manusia sangat terbatas dan tidak konklusif
⚠️ Ini adalah pendekatan kehati-hatian ilmiah, bukan pernyataan bahwa Wi-Fi menyebabkan kanker.
Apa Kata Penelitian dan Organisasi Kesehatan Dunia?
Berbagai lembaga kesehatan besar telah meninjau ribuan studi, di antaranya:
Temuan Konsensus Ilmiah:
Tidak ditemukan hubungan sebab-akibat antara penggunaan Wi-Fi dan kanker
Paparan dari router Wi-Fi jauh lebih rendah dibanding batas aman internasional
Risiko biologis sangat minimal dalam penggunaan sehari-hari
Organisasi yang menyatakan hal ini:
National Cancer Institute (AS)
World Health Organization (WHO)
European Commission Scientific Committee
Mengapa Masih Ada Pendapat yang Berbeda?
Beberapa peneliti atau aktivis kesehatan, seperti Devra Davis, menyuarakan kehati-hatian terhadap paparan jangka panjang radiasi nirkabel.
Namun perlu dicatat:
Pandangan ini bukan arus utama sains
Sebagian besar studi pendukungnya bersifat observasional atau pada hewan
Belum ada bukti kuat yang bisa direplikasi secara konsisten pada manusia
📌 Prinsip sains: klaim luar biasa membutuhkan bukti luar biasa.
Kesimpulan Utama
➡️ Wi-Fi hampir pasti tidak menyebabkan kanker berdasarkan bukti ilmiah saat ini.
➡️ Tidak ada data kuat yang menunjukkan risiko kanker dari paparan Wi-Fi normal.
➡️ Kekhawatiran publik lebih banyak dipicu oleh misinformasi daripada fakta medis.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Tentang Wi-Fi untuk Kesehatan
1. Apakah tidur dekat router Wi-Fi berbahaya?
Tidak. Paparan radiasi Wi-Fi sangat rendah dan jauh di bawah batas aman internasional.
2. Apakah anak-anak lebih rentan terhadap radiasi Wi-Fi?
Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan risiko khusus pada anak dari Wi-Fi rumah tangga.
3. Apakah lebih aman mematikan Wi-Fi saat malam hari?
Dari sisi kesehatan kanker, tidak wajib. Namun bisa dilakukan untuk penghematan energi atau kualitas tidur.
4. Apakah Wi-Fi lebih berbahaya dibandingkan ponsel?
Ponsel memiliki paparan lebih tinggi karena digunakan dekat tubuh, namun tetap belum terbukti menyebabkan kanker.
Referensi Sumber Kredibel

Buku memberimu ribuan dunia untuk dijelajahi dalam pikiran. Traveling membiarkanmu membaca satu dunia dengan ribuan pengalaman nyata. Menikmati hidup adalah seni memahami keduanya.

